Jumat, 25 Januari 2013

Makalah Sistem Politik di Idonesia


SISTEM
POLITIK INDONESIA









Disusun Oleh :
Kelompok : 12
Kahar/ 20111103002
Hamsar/20112205096



STMIK AKBA MAKASSAR
TAHUN 2013





KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul “SISTEM POLITIK INDONESIA” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. makalah ini disusun sebagai tugas untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Keberhasilan penulis dalam penulisan makalah ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Makassar, 13 Desember 2012
Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalam konstitusi negara (termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara.
Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya.



BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM POLITIK INDONESIA

A.      Pengertian sistem Politik Indonesia
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalam konstitusi negara (termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden.
Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka, karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.

Perbedaan sistem politik di berbagai Negara
1.    Sistem Politik Di Negara Komunis
Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak-haak sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat
2.    Sistem Politik Di Negara Liberal
Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok, pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah dan agama, penegakan hukum; pertukaran gagasan yang bebas,  sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas.
3.    Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia
Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis.
Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
1.         Ide kedaulatan rakyat
2.          Negara berdasarkan atas hukum
3.         Bentuk Republik
4.         Pemerintahan berdasarkan konstitusi
5.         Pemerintahan yang bertanggung jawab
6.         Sistem Pemilihan langsung
7.         Sistem pemerintahan presidensil

B.       Demokrasi Indonesia
Demokrasi pemerintahan masa Revolusi kemerdekaan.
Demokrasi tidak hanya terbatas pada Komitmen akan tetapi juga merupakan sesuatu yang perlu diwujudkan. tidak terlalu banyak membicarakan demokrasi pada masa ini, akan tetapi lebih pada peletakan dasar bagi demokrasi indonesia pada masa selanjutnya.
a.         Political Franchise yang menyeluruh
b.         Presiden yang secara kontitusional menentukan ia menjadi seorang dictator kemudian dibatasi kekuasannya ketika KNIP dibentuk untuk menggantikan parlement
c.         Maklumat wakil presiden maka dimungkinkan terbentuknya sejumlah parpol yang kemudian menjadi peletak dasar bagi sistem kepartaian indonesia.

Demokrasi parlementer
Masa kejayaan dari demokrasi indonesia, karena hampir sama element demokrasi dapat kita temukan perwujudan dalam kehidupan politik di indonesia.
a.         Lembaga perwakilan Rakyat memainkan peranan yang sama tinggi dalam proses politik
b.         Akuntabilitas memegang jabatan dan politisi pada umumnya sama tinggi
c.         Kehidupan kepartaian boleh dikatakan memperoleh peluang yang besar untuk berkembang maksimal
d.        Pemilu dilaksanakan menggunakan prinsip demokrasi masyarakat dapat merasakan hak dasar terpenuhi
Sebab Demokrasi gagal menurut:
a.         Herbert Feith (1962), adanya dua gaya kepemimpinan yang sangat berbeda dikalangan elit undonesia pada masa pasca kemerekaan yaitu di satu pihak oleh Feith disebut Solidarity Makers dan dipihak lain di dalam kategori administrator atau problem sorver.
b.         Adnan Buyung Nasution (1993), disebabkan adanya persamaan kepentingan antara soekarno dan angakata darat yang sam-sama tidak senang dengan proses politik yang sedang berjalan.
c.         Afam gaffar (1997), dominannya politik aliran sehingga membangun konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, basis sosial ekonomi yang sangat lemah.

Demokrasi Terpimpin(1959-1965)
Soekarno mengajukan usulan yang dikenal sebagai Konsepsi Presiden, kemudian terbentuklah dewan nasional yang melibatkan semua parpol dan organisasi sosial kemasyarakatan. Konsepsi presiden dan terbentuknya dewan nasional mendapatkan tantangan yang sangat kuat dari sejumlah parpol.
Adapun karakteristik yang utama dari perpolitikan pada era Demokrasi terpimpin adalah:
1.         Mengaranya sistem kepartaian
2.         Dengan terbentunya DPRGR maka peranan lembaga legislatif dalam sistem politik nasional menjadi sedemikian lemah
3.         Basic human right menjadi sangat lemah
4.         Pada masa demokrasi Terpimpin merupakan masa puncak dari semangat anti kebebasab pers
5.         Sentralisasi kekuasaan semakin dominan dalam proses hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Demokrasi dalam pemerintahan Orde baru
Terjadinya pemberontakan G30/S/PKI merupakan titik kulminasi dari pertarungan atau tarik tambang politik antara soekarno, angkatan darat.
Era baru pemerintahan antara tahun 1965-1986 ketika Soeharto menjadi pejabat presiden RI kemudian dikenal sebagai orde baru. Kekuasan lembaga kepresidenan dikatakan sangat besar
soeharto mampu mengontrol rekitmen politik, memiliki sumber daya keuangan yang tidak terbatas dengan melalui budgetary prosess yang ketat yang tidak memungkinkan DPR mengontrolnya, disamping itu ternyata memiliki sejumlah legalitas yang tidak dimiliki siapapun seperti super semar, mandataris MPR, bapak pembangunan serta panglima tertinggi ABRI.
Rotasi kekuasan eksekutif hampir tidak pernah terjadi kecuali dalam tataran rendah misalnya: Gubernur, Bupati/ Walikota, Camat dan Kepala Desa.
Rekitmen politik tertutup dan sepenuhnya dikontrol oleh lembaga kepresidenan. Pemilihan umum selalu dimenagkan oleh Golkar.
Sistem Politik Indonesia dan Perkembangan Demokrasi
ü  Di Indonesia sudah cukup lama disepakati untuk memakai demokrasi pancasila yang cara dan teknis pelaksanaannya secara umum dan formulir sudah dilukiskan dalam UUD 1945.
ü  Tingkah laku yang dapat menghambat Demokrasi tergantung pada beberapa faktor Salah satunya adalah keadaan sosial budaya masyarakat Indonesia yang prularisme atau majemuk.
ü  Di Masyarakat Barat kemajemukan masyarakat di dalam suatu masyarakat mempunyai pengaruh positif terhadap kelangsungan hidup suatu sistem politik yang demokratis.
ü  Di indonesia pluralisme selama ini lebih banyak mendatangkan ketegangan politik, pertentangan idiologi, rasa sentiment kedaerahan, atau perselisihan agama.
ü  Salah satu faktor yang mempengaruhi proses perkembangan Demokrasi adalah perbedaan yang sering mencolok antara harapan yang tinggi dengan kenyataan yang ada dan bisa di capai.
ü  Demokrasi kurang atau tidaknya sesuai dengan kebudayaan politik yang dihayati oleh mayoritas anggota masyarakat dalam kehidupan politik mereka sehari - hari
C.      Politik warga Negara
32 tahun orde baru yang memperbodoh hak-hak sosial, ekonomi, budaya, sipil, politik & pembangunan rakyat, membuat kebanyakan masyarakat Indonesia masih mabuk dan kabur tentang hak-hak mereka terhadap negara.
Lagu pembodohan masyarakat yang sering dinyanyikan;
“Jangan ditanya apa yang telah engkau dapatkan dari negara, tetapi tanyalah apa yang telah engkau berikan pada negara”
Menjadi lagu wajib dan senjata tajam untuk melanjutkan penjajahan oleh aparat negara terhadap masyarakat. Karena sadar atau tidak bahwa aparat negara telah mendapatkan banyak gaji dan fasilitas yang tidak seimbang dengan peranan mereka terhadap pembangunan negara.
Hak-hak politik dibunuh oleh rejim orde baru, sehingga masyarakat tidak tahu akan hak-hak mereka diwaktu berhadapan dengan pegawai negeri seperti PNS dikantor-kantor, polisi, tentara dan sebagainya. Tidak ada pendidikan politik dan hak-hak warga negara yang signifikan. Hanya media dizaman reformasi yang sedikit mendukung pendidikan hak-hak masyarakat terhadap aparat negara yang tidak diikuti oleh dukungan pemerintah.
Sebagian masyarakat kita masih menganggap bahwa pembangunan, bantuan, gaji dan sebagainya dari pemerintah adalah sebagai wujud baiknya pemerintah bukan karena memang itu tugas dan kewajiban pemerintah yang digaji dari uang masyarakat untuk mengelola kekayaan negara.
Lebih parah lagi apabila ada masyarakat kita yang menganggap bahwa semua bantuan, pembangunan, gaji dll itu adalah berasal dari uang pribadi Presiden, Partai, Gubernur dan sebagainya. Padahal uang itu adalah uang masyarakat melalui pajak dll yang dikelola sementara (sampai pensiun/berhenti) oleh pemerintah dan yang pasti lagi bahwa semua itu bukanlah uang saku atau uang pribadi pemerintah.
Zaman reformasi juga gagal melahirkan pemerintah yang memberikan hak-hak dan kepentingan masyarakat. Karena para pemimpin era reformasi adalah lanjutan dari orang-orang yang di kader dan anak didik orde baru baru yang bermental tidak lebih baik dari bos nya si eyang. Sehingga pemerintah di reformasi hanyalah melanjutkan tradisi jahat lama yang telah ditanam dan di pahat didalam benak mereka puluhan tahun lamanya.
Di Malaysia, hak-hak sosial, ekonomi, budaya, sipil, politik & pembangunan masyarakat yang ditekan dan dizalimi masyarakatnya akan mengatakan;
“Memangnya negara ini punya bapak kalian..” kata seorang pak tua pada pemerintahnya
“Itu Perdana Menteri bercuti ke luar negara saya yang bayar karena saya membayar toll setiap hari” kata seorang sopir taxi pada saya
Di Singapore pegawai negerinya apabila disogok berupa tips oleh orang Indonesia akan mengatakan; “ini kerja saya dan saya telah digaji oleh uang masyarakat untuk melakukan pekerjaan ini. Dan biasanya yang memberi tips, sogok itu akan nahas di Singapore.
Di Amerika kata-kata hak masyarakat sering diungkapkan oleh pemimpin tertinggi mereka sendiri seperti Presiden Obama dll “kita harus mengelola uang masyarakat ini dengan cara hemat, profesional dan transparan. Ini Bukan uang kita dan kita harus mempertanggung jawabkannya dihadapan senat dan masyarakat.
Bedanya di Indonesia dengan negara-negara yang agak maju itu ialah bahwa pegawai negeri mereka merasa mendapatkan gaji setiap bulannya karena mereka bekerja sebagai seorang PNS, Polisi, Tentara dll dengan baik dan benar. Sementara di Indonesia masih ada pegawai negeri seperti PNS, Polisi, Tentara dll merasa menerima gaji setiap bulannya karena status mereka sebagai PNS, Polisi, Tentara dll. Jadi bekerjanya mereka dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pegawai negara atau tidak hasilnya sama saja, yaitu menerima gaji setiap bulannya.

D.      Partisipasi politik yang sesuai partai politik di Indonesia
Partai politik adalah salah satu komponen yang penting di dalam dinamika perpolitikan sebuah bangsa. Partai politik dipandang sebagai salah satu cara seseorang atau sekelompok individu untuk meraih kekuasaan, argumen seperti ini sudah biasa kita dengar di berbagai media massa ataupun seminar-seminar yang kita ikuti khususnya yang membahas tentang partai politik. Dalam tema kali ini saya ingin menganalisa fenomena partai politik dalam kancah perpolitikan nasional antara yang seharusnya terjadi dan yang senyatanya terjadi.
Di Indonesia partai politik menjadi alat untuk menjembatani para elit politik untuk mencapai kekuasaan politik dalam negara. Biasanya partai politik ini adalah organisasi yang mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development sebagai suprastruktur politik
Partai politik mempunyai posisi (status) dan peranan (role) yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa partai politiklah yang sebetulnya menentukan demokrasi, seperti dikatakan oleh Schattscheider (1942), “Political parties created democracy”. Karena itu, partai merupakan pilar yang sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaannya (the degree of institutionalization) dalam setiap sistem politik yang demokratis. Bahkan, oleh Schattscheider dikatakan pula, “Modern democracy is unthinkable save in terms of the parties”
Jadi secara gamblang partai politik bisa berarti organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Dalam bahasa yang lain partai politik bisa berarti kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya) dengan cara yang konstitusional untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
ü  Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara.
ü  Demokrasi tidak hanya terbatas pada Komitmen akan tetapi juga merupakan sesuatu yang perlu diwujudkan.
ü  32 tahun orde baru yang memperbodoh hak-hak sosial, ekonomi, budaya, sipil, politik & pembangunan rakyat, membuat kebanyakan masyarakat Indonesia masih mabuk dan kabur tentang hak-hak mereka terhadap negara.
ü  Di Indonesia partai politik menjadi alat untuk menjembatani para elit politik untuk mencapai kekuasaan politik dalam negara.

B.     Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan materi dalam makalah ini, yakni; “SISTEM POLITIK INDONESIA”. Penulis menyadari makalah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang ada hubunganya dengan judul makalah ini.
Kemudian penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, dan Insya Allah tidak akan pernah sempurna karena kitab yang sempurna itu telah ada ( Al Qur’an ) . oleh karena itu penulis berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis. Dan semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar